Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Telinga Dengan Benar

0
336

Telinga merupakan salah satu panca indera yang harus dijaga kesehatannya. Ketika kesehatan telinga tidak dijaga dengan baik, dampak negatif berupa kehilangan pendengaran bisa terjadi.

Semakin tua usia Anda, maka kemampuan telinga untuk mendengar bisa semakin menurun. Oleh karena itu, menjaga kesehatan telinga menjadi penting untuk diperhatikan.

Merawat kebersihan dan kesehatan telinga penting dilakukan untuk mencegah berbagai masalah pada telinga, seperti infeksi telinga, telinga berdenging, hingga gangguan pendengaran, atau bahkan tuli mendadak. Jika telinga sakit, Anda perlu menggunakan pengobatan yang tepat agar kondisinya bisa membaik.

Berikut ini adalah hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan telinga:

1. Bersihkan telinga dengan cara yang benar

Anatomi telinga terdiri dari tiga bagian utama, yakni bagian dalam, tengah, dan luar. Seluruh bagian ini memiliki fungsinya masing-masing agar kamu dapat mendengar dengan baik. Anda mungkin beranggapan bahwa kamu harus rutin membersihkan telinga dengan cotton bud. Namun, ternyata anggapan kamu ini salah. Justru, kamu tidak dianjurkan untuk memasukkan cotton bud atau sesuatu lainnya ke dalam telinga untuk membersihkan telinga.

Saat membersihkan telinga, ada baiknya untuk membersihkan pada bagian luar atau daun telinga saja. Pasalnya, telinga memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Adanya bulu-bulu halus serta bentuknya yang bersudut mampu menjaga telinga dari masuknya kotoran berlebih. Cairan seperti lilin yang ada di dalam telinga berfungsi untuk mencegah debu dan partikel berbahaya lainnya untuk masuk ke dalam telinga. Jadi, fungsi cairan lilin ini sangat penting untuk kesehatan telinga dan adanya kotoran telinga merupakan sesuatu yang normal. Jika kamu mempunyai kelebihan cairan lilin ini, kamu dapat membersihkan daerah sekitar rongga telinga dengan handuk lembut.

Memasukkan cotton bud ke dalam telinga justru berisiko untuk mendorong kotoran telinga masuk ke dalam. Selain itu, memasukkan sesuatu ke dalam rongga telinga juga berisiko dapat merusak organ sensitif dalam telinga, seperti gendang telinga. Maka dari itu, Anda hanya perlu membersihkan pada daun telinganya saja.

2. Lindungi telinga Kamu dari suara keras

Fungsi telinga adalah untuk mendengar. Namun, telinga mempunyai kapasitas kemampuan untuk mendengar suara. Tidak semua suara masuk ke dalam kategori aman untuk didengar telinga. Untuk menjaga kesehatan telinga, hindari telinga dari suara keras dalam jangka panjang. Sebab, terlalu lama berada di lingkungan bising bisa memengaruhi pendengaran, termasuk membuat pendengaran berkurang hingga menjadi tuli.

Sumber suara keras ini bisa bermacam-macam, misal dari lingkungan kerja Anda, dari musik yang Anda dengarkan, dan lain sebagainya. Jika terpaksa harus berada di lingkungan yang bising, seperti bekerja di pabrik, kamu dianjurkan untuk menggunakan pelindung telinga.

3. Hindari Penggunaan Earphone

Suara keras tidak hanya bersumber dari lingkungan sekitar, tapi juga pada penggunaan earphone. Aktivitas mendengarkan musik di alat pendengar yang satu ini telah menjadi tren, namun, penggunaan earphone bisa saja menyebabkan gangguan pada telinga. Agar tetap aman, ada baiknya penggunaan earphone dilakukan tidak lebih dari satu jam. Jangan lupa juga untuk mengatur volume suaranya agar tidak terlalu keras dan menyakiti telinga.

4. Jaga telinga kamu agar tetap kering

Kelembapan berlebih pada telinga bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran telinga. Situasi ini secara tidak sadar dapat memicu infeksi dan iritasi pada telinga. Maka dari itu, selalu jaga jagalah telinga agar kondisinya tetap kering. Jika kamu hobi berenang, sebaiknya gunakan penyumbat telinga untuk mencegah air masuk ke dalam telinga.

Telinga yang selalu basah atau kelembaban telinga yang berlebihan dapat memungkinkan bakteri untuk masuk ke dalam saluran telinga. Hal ini dapat menyebabkan infeksi pada telinga yang disebut dengan telinga perenang (swimmer’s ear) atau otitis eksterna. Swimmer’s ear adalah infeksi pada telinga luar yang disebabkan oleh air yang terjebak di saluran telinga sehingga mengakibatkan bakteri terperangkap. Dalam lingkungan yang hangat dan lembab, bakteri ini semakin banyak jumlahnya sehingga menyebabkan iritasi dan infeksi pada saluran telinga.

Oleh karena itu, pastikan telinga kamu selalu kering. Jika kamu hobi berenang, ada baiknya kamu menggunakan penyumbat telinga untuk renang untuk mencegah air masuk ke dalam telinga. Jika kamu merasa ada air yang masuk ke dalam telinga, segera miringkan kepala kamu dan tarik cuping telinga kamu untuk merangsang air ke luar. Jangan lupa, untuk selalu mengeringkan telinga kamu dengan handuk kering setiap selesai berenang dan juga setiap selesai mandi, ini penting.

5. Hindari penggunaan ear candle

Salah satu metode alternatif yang cukup populer di masyarakat untuk membersihkan telinga adalah terapi ear candle.

Namun faktanya, banyak dokter yang tidak menyarankan penggunaan ear candle, karena metode ini tidak terbukti efektif untuk membersihkan telinga dan tidak jelas apa manfaatnya untuk kesehatan telinga.

Bukannya bermanfaat, penggunaan ear candle juga cenderung berbahaya karena bisa menyebabkan cedera pada telinga, seperti terbakar dan tersumbatnya saluran telinga.

6. Kelola Stres dengan Baik

Mengelola stres dengan baik bisa jadi cara merawat telinga. Ear Q mengatakan bahwa stres atau rasa cemas berlebih berkaitan dengan bunyi dengung yang didengar oleh telinga. Jumlah stres tinggi membuat tubuh bereaksi dengan memproduksi hormon adrenalin yang tinggi pula.

Proses tersebut memberi tekanan yang besar pada saraf, aliran darah, suhu tubuh, dan lain sebagainya. Tekanan dan stres tersebut akan berpengaruh pada bagian telinga dalam dan berkonstribusi terhadap terjadinya tinnitus syndrome atau munculnya bunyi dengung.

7. Istirahatkan telinga untuk pemulihan

Istirahatkan lah telingamu selepas menghadiri konser musik. Hal ini dapat membantu pendengaran pulih dan tetap bekerja dengan normal.

Para peneliti telah menemukan bahwa telinga kamu membutuhkan rata-rata 16 jam ketenangan untuk pulih dari satu hari yang bising.

Pemulihan pendengeran dapat dilakukan dengan cara mengecilkan volume saat berbicara, menghindari mendengarkan musik yang keras, dan gunakan volume rendah saat menonton TV atau mendengarkan radio. Kamu juga dapat melakukan meditasi dengan yoga sehingga suasana tenang dapat tercipta.

8. Olahraga dapat jaga kualitas pendengaran

Olahraga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, tak terkecuali bagian telinga. Latihan kardio seperti berjalan, berlari, atau bersepeda membuat darah memompa ke seluruh bagian tubuh termasuk telinga. Hal ini akan membantu bagian internal telinga tetap sehat dan bekerja semaksimal mungkin.

Namun, saat melakukan olahraga yang terlalu berat dengan alunan musik keras seperti di gym, gunakan pelindung telinga agar pendengaran tetap terjaga.

Hindari mengangkat beban terlalu berat dengan menahan nafas saat berolahraga. Menahan nafas dan mengejan saat mengangkat beban dapat merusak telinga bagian dalam.

9. Konsultasikan pemakaian obat yang berpengaruh pada telinga

Penggunaan obat-obatan tertentu dikaitkan dengan gangguan pendengaran. Gangguannya bahkan bisa terjadi secara progresif, yang dimulai dari suara berdenging dan perasaan tidak seimbang. Jika Anda merasa adanya perubahan pada pendengaran Anda setelah penggunaan obat-obatan tertentu, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter. Dokter mungkin akan menurunkan dosis obat atau mengganti obat yang Anda konsumsi.

10. Lakukan pemeriksaan telinga rutin ke dokter

Cara menjaga kesehatan telinga yang terakhir adalah dengan berkunjung ke dokter spesialis THT. Untuk anak-anak sebaiknya enam bulan sekali, sedangkan orang dewasa, jika tidak ada kelainan anatomi atau struktur telinga dan dalam keadaan sehat, dapat memeriksakan telinganya setahun sekali. Jika terdapat gejala atau gangguan telinga yang tidak jelas penyebabnya, sebaiknya segera konsultasikan keluhan Anda kepada dokter spesialis THT.

Memeriksakan telinga kamu ke dokter penting untuk dilakukan, terlebih lagi saat usia kamu mulai menua. Gangguan pendengaran berkembang secara bertahap, sehingga kamu perlu memastikan kondisi telinga kamu dalam keadaan sehat setiap waktu. kamu perlu untuk melakukan tes awal pendengaran sehingga kamu dapat mengukur dan mengambil tindakan setiap ada gangguan pendengaran yang kamu rasakan. Pemeriksaan telinga juga dilakukan untuk memastikan tidak ada penumpukan kotoran telinga di dalam telinga. Jika ada, telinga kamu mungkin butuh untuk dibersihkan.

Bagaimana Cara Kerja Telinga?

  • Gelombang suara masuk ke dalam telinga melalui saluran telinga menuju gendang telinga (tympanic membrane), sehingga menghasilkan getaran pada telinga.
  • Getaran pada gendang telinga menyebabkan tulang kecil pada tengah telinga bergetar, menyebabkan cairan dalam telinga bergerak keluar.
  • Cairan tersebut bergerak menstimulasi sensor pada rambut-rambut sel untuk menerjemahkan suara pada sistem saraf.
  • Saraf tersebut akan mengirimkan rangsangan suara pada otak, sehingga suara bisa terdengar.

Manfaat kotoran telinga

Salah satu alasan yang mendorong kita membersihkan telinga adalah karena zat disebut serumen atau kotoran telinga. Namun, siapa sangka zat ini bermanfaat bagi tubuh.

Normal bagi tubuh menghasilkan serumen. Sebenarnya, cairan lengket ini berguna melindungi dan melumasi telinga. Jika tidak ada kotoran telinga, kuping rentan gatal dan kering.

Serumen juga memiliki sifat antibakteri, sehingga zat ini bisa membersihkan bagian dalam telinga. Kotoran telinga juga berguna sebagai filter untuk mencegah zat berbahaya seperti kotoran dan debu masuk ke dalam telinga bagian dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini